Klik link dibawah ini untuk lebih jelasnya. Cebongan Tlogoadi Mlati Kabupaten Sleman.

Program Kali Bersih adalah salah satu program yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas air sungai sehingga memenuhi fungsi peruntukkannya.

Yang menjadi latar belakang pelaksanaan Prokasih adalah :
Amanat kebijakan Nasional sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, GBHN, Undang-undang Nomor 4/1982 dan Undang-undang lain yang berkenaan dengan lingkungan hidup dirangkumkan dan dirumuskan menjadi 3 butir amanat, yaitu :
• Lingkungan hidup harus dikelola karena sangat penting bagi kehidupan dan perikehidupan manusia termasuk kegiatan pembangunan;
• Pelestarian fungsi lingkungan hidup dalam setiap kegiatan pembangunan, sehingga lingkungan hidup tetap mampu mendukung pembangunan secara berkelanjutan bagi kesejahteraan, baik untuk generasi sekarang maupun generasi mendatang.
• Peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu menghadapi tantangan dimasa mendatang yang makin berat.

Di Kecamatan Mlati pelaksanaan program kali bersih dilkaukan pada hari Minggu 24 April 2016 berlokasi di sepanjang aliran kali Code yang dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat.

IMG_4963

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman ke 100 tahun, pihak SKPD dari Kecamatan Mlati bekerjasama dengan Kantor Desa Sumberadi dan ibu-ibu PKK Kecamatan Mlati menyelenggarakan Lomba Olah Makanan Berbahan Dasar Ketela pada hari Minggu 24 April 2016 pukul 08:00 bertempat di Balai Desa Sumberadi Mlati Sleman.

Seperti kita ketahui bahwa ketela merupakan sumber pangan lokal yang sangat mudah dibudidayakan, mempunyai rasa yang enak, mudah diolah menjadi berbagai olahan makanan dan murah harganya. Harapan dari acara ini agar masyarakat lebih mengenal ketela dan mampu menaikkan nilai ekonomis dari bahan pangan ini melalui inovasi pengolahan makanan dari ketela.

lomba olah makanan berbahan ketela pemenang lomba masak pkk 2016

Mengungkap sejarah merupakan perjalanan yang rumit dan melelahkan. Setidaknya pengalaman tersebut dapat dipetik dari upaya Dati II Sleman untuk menentukan hari jadinya. Setelah melalui penelitian, pembahasan, dan perdebatan bertahun-tahun, akhirnya hari jadi Kabupaten Dati II Sleman disepakati. Perda no.12 tahun 1998 tertanggal 9 Oktober 1998, metetapkan tanggal 15 (lima belas) Mei tahun 1916 merupakan hari jadi Sleman. Di sini perlu ditegaskan bahwa hari jadi Sleman adalah hari jadi Kabupaten Sleman, bukan hari jadi Pemerintah Kabupaten Dati II Sleman. Penegasan ini diperlukan mengingat keberadaan Kabupaten Sleman jauh sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai wujud lahirnya negara Indonesia modern, yang memunculkan Pemerintah Kabupaten Dati II Sleman.

Keberadaan hari jadi Kabupaten Sleman memiliki arti penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk memantapkan jati diri, sebagai landasan yang menjiwai gerak langkah ke masa depan. Penetapan hari jadi ini akan melengkapi identitas yang saat ini dimiliki Kabupaten Sleman.

Dalam perhitungan Almanak, hari jadi Kabupaten Sleman jatuh pada hari Senin Kliwon, tanggal 12 (dua belas) Rejeb tahun Je 1846 Wuku Wayang. Atas dasar perhitungan tesebut ditentukan surya sengkala (perhitungan tahun Masehi) Rasa Manunggal Hanggatra Negara yang memiliki arti Rasa = 6, manunggal = 1, Hanggatra = 9, Negara = 1, sehingga terbaca tahun 1916. Sementara menurut perhitungan Jawa (Candra Sengkala) hari jadi Kabupaten Sleman adalah Anggana Catur Salira Tunggal yang berarti Anggana = 6, Catur = 4, Salira = 8, Tunggal = 1, sehingga terbaca tahun 1846. Kepastian keberadaan hari jadi Kabupaten Sleman didasarkan pada Rijksblad no. 11 tertanggal 15 Mei 1916. Penentuan hari jadi Kabupaten Sleman dilakukan melalui penelaahan berbagai materi dari berbagai sumber informasi dan fakta sejarah.


Adapun dasar-dasar pertimbangan yang digunakan adalah:

  1. Usia penamaan yang paling tua Mampu menumbuhkan perasaan bangga dan mempunyai    keterkaitan batin yang kuat terhadap masyarakat.
  2. Memiliki ciri khas yang mampu membawa pengaruh nilai budaya .
  3. Bersifat Indonesia sentris, yang dapat semakin menjelaskan peranan ciri keindonesiaan tanpa menyalahgunakan obyektivitas sejarah.
  4. Mempunyai nilai historis yang tinggi, mengandung nilai dan bukti sejarah yang dapat  membangun semangat dan rasa kagum atas jasa dan pengorbanan nenek moyang kita.
  5. Merupakan peninggalan budaya Jawa yang murni, tidak terpengaruh oleh budaya  kolonial.

Sumber : www.slemankab.go.id

4.1. Visi

Perencanaan Pembangunan Daerah adalahn suatu proses penyusunan tahapan – tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsure pemangku kepentingan ,guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada.

Visi merupakan arah pembangunan atau kondisi masa depan daerah yang ingin dicapai dalam 5 ( lima ) tahun mendatang .Visi juga harus menjawab permasalahan pembangunan daerah dan/atau isu strategis yang harus diselesaikan dalam jangka menegah serta sejalan dengan visi Kabupaten Sleman tahun 2016 -2020

“ Terwujudnya Masyarakat Sleman yang lebih sejahtera,Mandiri,Berbudaya dan terintegrasikanya system e-government menuju smart regensi ( Kabupaten Pintar ) pada tahun 2020

Penjabaran dari Visi tersebut adalah :

Sejahtera                       : Lebih sejahtera : Merupakan peningkatan yang lebih baik dibandingkan dari keadaan sebelumnya,sudah terkandung implisit bahwa sejahtera mengamdumg unsur lahir batin,mencakup indikator terukur dan tidak terukur .

Mandiri                          : mandiri dalam hal memiliki kemampuan berpikir dan berbuat secara pribadi, dan terintegrasi dalam system yang lebih besar dan berlaku dalam skala local , Nasional maupun global, dan memiliki kemapuan membadayagunakan potensi local dan sumberdaya yang dapat diandalkan serta memiliki ketahanan terhadap dinamika yang berlangsung .

Berbudaya                   : Merbudaya, mencitrakan system budaya yang lebih baik dan dinamis, sesuai dengan perkembangan zaman ,baik melalui pengalian,penanaman dan penguatan nilai-nilai tatanan dan normal lama yang luhur dan mulai maupun rekayasa sosial untuk menciptakan budaya yang lebih baik dan rasional.

Berbudaya sekaligus merupakan semagat untuk memperkuat keistimewaan DIY yang membedakan dengan kelompok masyarakat lainnya.Berbudaya juga mengapresiaso tentang kesetaraan gender yang lebih mengutamakan kualitas dibandingkkan kwntitas ,peoporsional dan memperhatikan batas kepatutan bermartabat dalam memandang dan mensikapiisu gender.

Sistem e-Government :  teritegrasinya system e-govt menuju smart regency,bahwa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat diperlukan system pelayan yang lebih baiak yang merupakan panduan system regulasi,kebijakan, sikap dam perilaku, yang didukung dengan teknologi informasi yang modern yang mampu memberikan respond an evektifitas yang tinggi dalam mewujutkan tata kelola pemerintahan yang baik.

4.2. Misi.

Misi merupakan penjabaran dari visi dan disusun dalam rangka menginplemetasikan langkah langkah yang akan akan dilalukan dalam mewujudkan visi tersebut.Rumusan misi merupakan gabaran visi yang ingin dicapai dan menguraikan upaya upaya apa yang harus dilakukan. Rumusan  misi disusun untuk memberikan kerangka bagi tujuan dan sarana serta arah kebijakan yang ingin ducapai dan menetukan jalan yang akan ditempuh untuk mencapai misi.

Rumusan misi disusun dengan memperhatikan factor-faktor lingkunagn strategis, baik eksternal dan internal yang mempengarui serta kekuatan, kelemahan ,peluang dan tantangan tang ada dalam pembangunan daearh. Misi disusun memperjelas jalan atau langkah yang akan dilakukan dalam ragka memcapai perwujutan Visi.

Dengan gambaran misi yang demikian, tim menelaah misi kepala daerah dan makna serta implikasi bagi perencanaan Pembagunan , lalu menerjemahkannya kedalam pernyataan misi sesuai criteria pernyataan misi telah dijelaskan diatas.

Misi yang digariskan untuk perkembangan Kabapaten  selama 5 tahun kedepan adalah :

Msi 1   : Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melelui peningkatan kwalitas    birokkrasi yang responsive dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat;

Misi ini dimaksutkan untuk mewujutkan tata kelola pemerintahan yang efektif, dengan cara meningkatkan kualitas birikrasi menjadi birokrasi yang provisional sehingga bias menjadi pelayanan masyarakat. Kepuasan masyarakat terhadap layanan aparat birokrasi dibuktikan dengan Indeks kepuasan masyarakat .

Misi 2  : Meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkwalitas dan menjangkau bagi semua lapisan masyarakat;

Misi ini dimaksudkan untuk mewujudkan pelayanan pendidikan baik dari sisi tenaga pendidikan maupun prasarana dan sarana penunjang pendidikan . Dibidang kesehatan, dengan layanan kesehatan yang sudah terakreditasi diharapkan kwalitas layanan kesehatan masyarakat dapat lebih baik. Tentu saja layanan pendidikan dan kesehatan ini diharapkan dapat terjangkau bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sleman.

MISI 3 : Meningkatkan penguatan system ekonomi kerakryatan,aksesibilitas dan kemampuan ekonomi rakyat, dan penanggulangan kemiskinan;

Misi ini dimaksudkan untuk memberikan pendampingan yang terus menerus kepada masyarakat dalam penguatan system  ekonomi kerakyatan yang berbasis kekuatan local dan, peningkatan akses bagi masyarakat agar leih mudah berusaha dan mendorong kemampuan ekonomi rakyat lebih dapat berkembang dan semakin kuat . Disisilanya penanggulangan kemiskinan dilanjudkan secara konsisten dengan berbagai program yang sinergi.

MISI 4 : Memantapkan dan meningkatkan kualitas dan pengelolaan prasarana dan sarana, sumberdaya alam, penataan ruang, dan Lingkungan Hidup;

Misi ini dimakadkan untuk membangun infrastruktur dan kondisi yng meningkatkan kenyamanan masyarakat dengan tidak meninggalkan pengelolaan sumberdaya alan dan lingkungan  hidup, sehingga perlu adanya formulasi penataan ruang yang baik agar sinergi antara berbagai aspek dengan daya dukung sumberdaya alam dan lingkungan yang terbatas;

MISI 5 : Meningkatkan kwalitas budaya masyarakat dan kesetaraan dan kesetaraan gender yang proporsional;

Misi ini dimaksudkan bahwa walaupun masyarakat sleman berkembang dinamis,tetapi tidak meninggalkan dan kehilangan budaya local yang luhur dan baik.Disamping itu terhadap pemberdayaan perempuan tidak terbatas pada peningkatan jumlah perempuan dalam berbagai peran, tetapi juga memperhatikan kesetaraan dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Dalam pembaharuan 8 April 1945 kabupaten Sleman meliputi 17 Kapanewon,dan Kapanewon Mlati berpusat di Mlati,terdiri atas Kalurahan :

  • Kalurahan Glondong.
  • Kalurahan Duwet.
  • Kalurahan Mlati.
  • Kalurahan Jombor.
  • Kalurahan Sendowo.
  • Kalurahan Jongke.
  • Kalurahan Gedongan.
  • Kalurahan Kutu.
  • Kalurahan Burikan.
  • Kalurahan Kebondalem.
  • Kalurahan Cebongan.
  • Kalurahan Mlati.
  • Kalurahan Jumeneng.
  • Kalurahan Pundong.
  • Kalurahan Sanggrahan.
  • Kalurahan Mlati.
  • Kalurahan Nambongan.
  • Kalurahan Gombang.

Setelah Kabupaten Sleman mengadakan penggabungan desa dengan maklumat Nomor: 5/1948 pada tanggal 19 apri 1948 yang semula 262 kelurahan menjadi 86 kalurahan,sehingga kecamatan Mlati berada di Wilayah Kabupaten Sleman dan terdiri dari 5 ( lima) Desa Yaitu :

  1. Desa Sinduadi.
  2. Desa Sendangadi.
  3. Desa Tlogoadi.
  4. Desa Tirtoadi.
  5. Desa Sumberadi

 

Kecamatan Mlati terdiri dari 74 Padukuhan ,203 RW dan 553 RT

Telah terjadi Kebakaran Pabrik Roti Borobudur milik bpk Mulyadi, 62 th, Wiraswasta, Dsn Patran tegal rt 01/21 didsn Jombor Kidul, Sinduadi, Mlati, Sleman, pada hari Senin (19/2) pukul 09.45 wib. Menurut skasi mata Warno, 50th, Islam, alamt Babatan, Pracitamoro, Wonogiri dan Dimas Nurcahyo, 25 th, Almt,Dsn Ngipak, Karangmojo, gunung kidul sekitar pukul 09.30 wib sdr Dimas saat karyawan sedang Produksi Roti, tiba-tiba Blower mengeluarkan percikan api sehingga membakar tepung yg ada diblower sehingga dapur terbakar. Pada pukul 10.00 wib 3 unit Dankar Kab Sleman tiba dilokasi. Pada pukul 10.15 wib Api dapat dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut, kerugian diperkirakan kerugian l/k 100 juta.

Camat Mlati Drs. Suyudi, M.M memimpin Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) di Ruang Rapat Lt II Desa Sumberadi se usai mengikuti upacara di Lapangan depan Balai Desa Sumberadi.

Rakorpim yang diikuti oleh para pimpinan instansi dan kepala desa se wilayah Kecamatan Mlati membahas rencana pembangunan dan permasalahan yang ada di kecamatan.

Kecamatan Mlati melaksanakan kegiatan upacara rutin setiap bulan, pada hari ini Senin (19/2), kali ini upacara dilaksanakan di lapangan depan Kantor Desa Sumberadi. Upacara dilaksanakan dengan Pembina Upacara Kepala Desa Sumberadi dengan petugas upacara anggota Linmas Desa Sumberadi. Peserta upacara terdiri dari perangkat desa se wilayah Kecamatan Mlati, dan instansi terkait dari Puskesmas, Yandik, BP3K, Koramil dan Polsek, dan dengan kelompok paduan suara dari yandik yang terdiri dari guru guru.

Dalam sambutan bupati yang dibacakan oleh pembina upacara Hadi Sunyoto mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman mendapat peringkat BB atau sangat baik untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Wilayah III tahun 2017.

 

Dalam rangka pemenuhan persyaratan perijinan gudang kompor yang berlokasi di Dusun Jongke Lor Desa Sendangadi Kecamatan Mlati.

Pada hari Rabu tanggal 24 Januari 2018 pukul 10.00 wib dilaksanakan tinjauan lokasi gedung dengan sasaran pengelolaan limbah, dan dilanjutkan dengan koordinasi pembahasan UKL UPL gudang kompor atas nama pemohon saudara Yulia Kristanti.

Tim terdiri dari Badan Lingkungan Hidup, DPMPPT, Perhubungan, Tenaga Kerja dan Dinas Kesehatan beserta unsur Muspika Kecamatan Mlati dan Desa Sendangadi selaku pemangku wilayah.

Upacara bulan Januari tahun 2018 kali ini dilaksanakan di depan halaman gedung Kantor Desa Tlogoadi. Camat Mlati bertindak selaku Pembina Upacara dalam sambutan Bupati Sleman dikatakan bahwa upacara dilaksanakan untuk meningkatkan rasa patriotisme dan profesionalisme, dan kinerja aparat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Upacara dihadiri oleh Instansi terkait dan lima Desa se Wilayah Kecamatan Mlati.

Selesai upacara seperti biasanya dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) dilaksanakan di ruang rapat lantai dua Kantor Kecamatan Mlati.

 

Recent Comments

    September 2016
    M T W T F S S
    « Aug   Oct »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930