Kapanewon Mlati Adakan Pembinaan Bagi Kelompok P3A

Produktivitas pertanian sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air yang ada. Pemanfaatan air untuk pertanian harus diatur sedemikian rupa agar dalam pemanfaatannya tidak timbul konflik karena rebuan jatah air atar petani pengguna air. Keberadaan kelompok Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) sangat penting agar pengaturan pemanfaatan air dapat dilaksanakan secara bijak. Pemahaman tentang pentingnya penggunaan air harus diketahui oleh setiap petani pengguna air.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman P3A mengenai pentingnya keberadaan kelompok P3A dalam pemanfaatan air,  Kapanewon Mlati melalui Jawatan Kemakmuran menyelenggarakan pembinaan bagi kelompok P3A di Kapanewon Mlati Rabu (9/6/21). Pembinaan ini diikuti oleh 25 orang petani yang tergabung dalam kelompok P3A di wilayah Kapanewon Mlati.

Pembinaan dibuka dengan sambutan dari Panewu Mlati, Yakti Yudanto. Dalam sambutannya, Panewu Mlati menyampaikan harapannya agar kedepannya kaum muda khususnya akademisi yang bergerak dalam dunia pertanian agar ikut andil dalam pengembangan pertanian. Panewu Mlati juga berpesan agarpara petani pengguna air dapat menggunakan air dengan bijak dan sebaik-baiknya untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Kepala UPT BP4 Wilayah III, Ibnu Sutapa sebagai narasumber dalam pembinaan ini menyampaikan bahwa keberadaan P3A agar dapat memberikan pelayanan kebutuhan petani terutama dalam memenuhi kebutuhan air irigasi untuk usaha pertaniannya. P3A ini merupakan perkumpulan yang bersifat sosial dengan maksud menuju ke arah hasil guna pengelolaan air dan jaringan irigasi di tingkat usaha tani untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya, jelas Ipnu. Ibnu juga menyampaikan bahwa permasalahan lain di sektor pertanian adalah kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global.

Narasumber dari BPTP Yogyakarta, menyampaikan bahwa perubahan iklim global sangat berpengaruh terhadap perubahan pola hujan dan kejadian iklim ekstrim yang mana nantinya akan berpengaruh terhadap pola tanam dan ketersediaan air. Petani harus memahami mengenai pola tanam dan ketersediaan air agar dapat melakukan budidaya dengan baik.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*