Sosialisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 kepada PKK Kapanewon Mlati

Kapanewon Mlati melalui Jawatan Sosial kembali menggelar pertemuan PKK yang rutin diselenggarakan setiap bulannya, Senin 15 Maret 2021 jam 09.00 bertempat di Gedung Serbaguna Lantai I Kapanewon Mlati.

Acara dibuka dengan sambutan dari ketua TP PKK Kapanewon Mlati Dra. Hj. Eka Suryanti. Pada kesempatan ini ketua TP PKK Mlati berpesan kepada seluruh anggota PKK untuk selalu menjaga kesehatan dengan menerapkan 5M yang meliputi:

  1. Memakai masker
  2. Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir
  3. Menjaga jarak
  4. Menjauhi kerumunan
  5. Membatasi mobilisasi dan interaksi.

mengingat belakangan ini pertambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman terbanyak di DIY.

Dalam rangka menambah pengetahuan ibu-ibu PKK mengenai Vaksin Covid yang hari-hari sedang digalakkan program vaksinasi oleh Pemerintah, pada pertemuan kali ini menghadirkan dr. Evita selaku dokter di Puskesmas Mlati II untuk memberikan sosialisasi mengenai Vaksin Covid-19.

Salah satu langkah yang tengah ditempuh dunia dalam menekan angka penularan Covid adalah dengan melakukan vaksinasi yang dilakukan secara bertahap dengan masing-masing orang mendapat 2 dosis untuk 2 kali penyuntikan.

Dijelaskan dr. Evita bahwa pelaksanaan vaksinasi bagi usia produktif dilaksanakan dengan jarak vaksin pertama sampai vaksin kedua minimal 14 hari. Selain untuk usia produktif pelaksanaan vaksinasi tahap kedua untuk lansia akan segera mulai dilaksanakan 16 Maret 2021 dengan syarat sudah mendaftar melalui link daftarvaksin.slemankab.go.id. Pelayanan untuk lansia di Sleman khususnya akan dilaksanakan di rumah sakit yang sudah ditunjuk seperti RS Queen Latifa, RSUD Sleman, RSA UGM, PKU Gamping, dll kecuali RS Bhayangkara dan Sarjito.

Bagi yang belum terdaftar dapat menunggu tahap selanjutnya, tergantung dari kiriman vaksin.

Pandemi merupakan penyakit yang menyerang seluruh dunia, terang dr. Evita kepada setiap peserta yang hadir. “Demi mencegah penularan, penerapan 5M perlu diperketat, penularan paling banyak terjadi ketika kita maka bersama, karena membuka masker dan berbincang lama” tambah dr. Evita menutup penjelasannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*